Beranda Music News Indonesia Music Ini Dia 12 Musisi Folk Indonesia Masa Kini

Ini Dia 12 Musisi Folk Indonesia Masa Kini

nadanadi.com

Nadanadi.com – Musik folk menjadi salah satu favorit banyak orang. Meski biasanya lirik hingga komposisi musiknya cenderung dibungkus secara sederhana, musik folk nyatanya begitu mudah untuk diresapi. Mereka yang menyukai jenis musik seperti ini biasanya mencintai kedamaian dan tidak suka berbelit-belit.

Pada dasarnya, genre folk sendiri disebut sebagai salah satu jenis musik yang penuh dengan kesederhanaan serta menggunakan alat musik yang sederhana pula. Folk bahkan disebut-sebut sebagai musik rakyat di mana dalam liriknya banyak mengandung persoalan sosial yang terjadi di sekitar. Banyak orang menyebutnya sebagai ‘penyambung lidah’ bagi orang-orang tertindas.

Beberapa tokoh folk dunia yang terkenal adalah Bob Dylan, Pete Seeger, Woodie Guthrie, Victor Jara, hingga Silvio Rodriguez. Sudah banyak cerita kehidupan disalurkan dalam karya-karya fenomenal mereka. Sebut saja lagu “If I Had A Hammer” yang dibawakan oleh Pete Seeger bersama Lays dan “When The Ship Comes In” yang dinyanyikan Bob Dylan di pawai hak-hak sipil tahun 1963.

Tak hanya mereka saja, bahkan di Indonesia sudah banyak musisi folk seperti senior Ebit G. Ade, Iwan Fals dan masih banyak lagi. Kali ini, Nadanadi akan membahas 9 musisi folk indie yang karya-karyanya banyak menggambarkan kondisi sosial masa kini. Siapa saja mereka?

 

1. Fourtwnty

nadanadi.comImage source: prokal.co

Fourtwnty merupakan sebuah trio yang mengusung musik indie folk dalam karya-karya mereka. Grup musik ini digawangi oleh Ari Lesmana sebagai vokalis, serta Nuwi dan Roots. Meski diisi oleh 3 personel, namun Fourtwnty lebih sering menampilkan Ari dan Nuwi. Sementara Roots, sepertinya dia hanya tertarik menjadi pemeran di belakang layar yang ikut menyukseskan lagu-lagu Fourtwnty. Bahkan saat berfoto pun, Roots memilih untuk menutupi wajahnya atau membelakangi kamera.

Baca juga: Konser Liztomania, Fourtwnty Rayakan Kehidupan Lewat Karya

Band ini kabarnya dikenal berkat soundtrack dari film terkenal “Filosofi Kopi 2: Ben & Jody”. Musik mereka sempat menjadi trend sendiri di kalangan para pecinta musik folk yang mendamaikan hati. Bagi kamu penggemar Fourtwnty pasti sudah terbiasa mendengar lirik lagu mereka yang sederhana namun penuh makna. Hal ini juga yang menjadi kesan spesial dari band asal Ibukota tersebut.

 

2. Jason Ranti

nadanadi.comImage source: crafters.getcraft.com

Jason Ranti merupakan musisi asal Tangerang yang telah merilis album debutnya bertajuk “Akibat Pergaulan Blues” pada 2017 lalu. Jason Ranti memilih jalur musik sebagai ajang berkarya bukan tanpa alasan, ia bahkan mengaku bahwa sang ibunda lah yang mengenalkannya pada musik-musik bagus dan bacaan. Sebelumnya, ia bahkan pernah menjadi vokalis band Stairway to Zinna. Sejak kemunculannya, Jason mengaku tak pernah berambisi untuk menjadi terkenal melainkan ingin terus membuat karya yang bagus.

 

3. Silampukau

nadanadi.comImage source: warningmagz.com

Band yang berjalan di jalur indie folk ini berasal dari Surabaya dan telah merangkum sebagian besar kota tersebut secara apa adanya dalam karya-karya mereka. Bunyi-bunyian khas yang diciptakan oleh Silampukau biasanya membuat candu siapa saja yang baru pertama kali dengar.

Jika kebanyakan musisi folk menulis sejumlah lirik bernada sastra, Silampukau justru lebih memilih kata-kata yang sering dalam kehidupan sehari-hari. Coba dengarkan “Dolly”, “Doa 1”, atau lagu debut mereka “Berbenah” semuanya berbicara tentang Kota Surabaya mulai dari permasalahan sosial, suasana kota, hingga perempuan penghiburnya.

 

4. Amigdala

nadanadi.comImage source: meganandagr.wordpress.com

Band asal Bandung yang digawangi oleh 4 personel ini populer berkat lagu baru mereka bertajuk “Ku Kira Kau Rumah”. Menariknya, banyak orang yang menyebut bahwa Amigdala terdengar seperti Banda Neira yang telah bubar balik kanan. Meski hadir dengan gayanya sendiri, tak bisa dipungkiri bahwa vokal Andari dari Amigdala hampir sama dengan Rara Sekar, Banda Neira.

 

5. Banda Neira

nadanadi.comImage source: thejakartapost.com

Petikan gitar Ananda Badudu dirasa cocok dengan suara lembut khas Rara Sekar dalam grup Banda Neira. Keduanya telah melahirkan sejumlah lagu yang mendammaikan hati. Berawal dari proyek ‘iseng-iseng’ berhadiah, Banda Neira bahkan telah menelurkan dua buah album hingga saat ini. “Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti” menjadi album kedua mereka yang dirilis 2016 lalu.  Sayangnya, Ananda Badudu dan Rara Sekar sepakat untuk mengakhiri Banda Neira dan berjalan masing-masing.

 

6. Nosstress

nadanadi.comImage source: youtube.com

Grup indie folk yang satu ini berasal dari Bali yang banyak bercerita tentang anomali cuaca serta efek perubahan iklim dalam karya-karya mereka. Semua lagu mereka dikemas dengan sangat sederhana dan sangat mudah ditangkap esensinya. Contohnya saja “Seperti Dia” yang mengisahkan tentang hujan yang sering terlambat datang, dan sekalinya datang membuat manusia kesusahan. Lirik semacam itu yang mereka hadirkan dalam beberapa lagu mereka.

 

7. Stars and Rabbit

nadanadi.comImage source: matamatamusik.com

Mereka adalah Elda Suryani dan Adi Widodo yang memiliki gaya musik tersendiri dalam menggaungkan genre folk. Elda Suryani sebagai vokalis dikenal memiliki suara khas yang bisa membuatmu jatuh hati saat pertama kali mendengarnya. Instrumen gitar yang dimainkan Adi Widodo juga tak kalah mendamaikan musik Stars and Rabbit ini.

Salah satu lagunya yang populer adalah “Man Upon The Hill” yang dibuka dengan begitu apik. Jangan heran jika kamu merasakan ‘ghostbumps’ saat pertama kali mendengar lagu tersebut. Mereka bahkan telah memiliki 5 album dengan “Constellation” (2015) dan yang terbaru “Live At M Bloc” (2020).

 

8. Mustache and Beard

nadanadi.comImage source: mldspot.com

Banyak sekali lirik-lirik dalam lagu ciptaan Mustache and Beard yang mengandung ‘human interest’ seperti yang terdapat dalam album fisik pertama mereka, “Manusiaku, Manusiamu, Manusia-Nya”. Grup ini diisi oleh 6 personel di dalamnya yang mana Afif berperan sebagai vokalis. Mustache and Beard mencoba untuk memainkan aliran musik romantic folk dengan balutan country.

 

9. Tashoora

nadanadi.comImage source: cultura.id

Grup musik Tashoora mengusung jenis musik folk rock dengan lima personel asal Yogyakarta yang memiliki ciri khas musik mereka masing-masing. Tashoora dikenal sebagai salah satu grup yang mahir dalam menggodok musik. Mereka bahkan pernah memenangkan kompetisi “Tribute To Efek Rumah Kaca” dengan melakukan cover lagu “Desember”. Hal ini pula yang membuat Tashoora mantap berjalan di jalur folk rock dan merilis EP pertama mereka bertajuk “Ruang” pada 2018 lalu.

 

10. Payung Teduh

nadanadi.comImage source: thejakartapost.com

Meski formasi Payung Teduh tak lagi sama dengan mereka di awal masa debutnya, namun salah satu band indie folk Indonesia ini tak henti melahirkan karya baru. Awalnya, Is berperan sebagai vokalis sekaligus pelopor berdirinya Payung teduh. Sayangnya, ia memilih hengkang dari band pada 2017 lalu karena merasa tak sejalan lagi. Salah satu lagu mereka yang sangat-sangat populer adalah “Akad” yang hingga saat ini masih digemari penggemarnya. Meski berjalan di jalur folk, namun sesungguhnya genre yang mereka jalani cukup beragam yang kemudian disebut sebagai musik Payung Teduh itu sendiri.

 

11. Wofton

nadanadi.comImage source: cultura.id

Wofton merupakan duo band yang masih sangat segar. Mereka adalah Stanislaus Patrick yang memegang instrumen gitar dan Rivelino Ismaya yang memainkan Uilleann pipes serta Irish low whistles. Keduanya memulai debut pada awal 2020, tepatnya tanggal 4 Januari dengan lagu “Meridian”. Wofton mengaku bahwa musik mereka terinspirasi oleh Celtic-Fusion dari Eropa. “Meridian” sendiri merupakan instrumen tanpa vokal maupun nyanyian. Meski begitu, musik ini bertindak sebagai melodi utama.

 

12. Agnimaya

nadanadi.comImage source: cultura.id

Duo pop-folk yang satu ini telah merilis lagu sejak 2018 lalu dan yang terbaru ada “Pengembara Samudera” keluaran 2020. Ijes dan Aden Ramma telah mendaur ulang materi lagu anak-anak “Nenek Moyangku Seorang Pelaut” dan membuatnya lebih dewasa. Single yang digarap bersama Aziz Comi dari Payung Teduh ini rencananya akan menjadi pembuka bagi rilisnya album perdana Agnimaya tahun ini.

Ita Yunitahttp://nadanadi.com
I'm in love with 'Sad Songs'

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest articles

Mino Winner Siap Comeback Solo Dengan Full Album “Take”

Nadanadi.com - Song Min Ho alias Mino dari Winner diketahui tengah bersiap merilis comeback full album bertajuk “Take”. Karya studio ini sekaligus menjadi rilisan full album...

Buat Label Sendiri, Isyana Sarasvati Umumkan Lahirnya Redrose Record

 Nadanadi.com - Isyana Sarasvati telah memulai karir bermusiknya sejak 2014 lalu dan telah melahirkan sejumlah lagu hits termasuk “Tetap Dalam Jiwa”, “Anganku Anganmu”, “Kau Adalah” hingga...

BENEE Umumkan Album Debut “Hey u x”

Nadanadi.com - Stella Rose Bennet alias BENEE merupakan nama baru dalam industri musik dunia. Penyanyi asal Selandia baru tersebut akhirnya mengumumkan karya studio pertamanya yang ia...

Adele Jadi Tuan Rumah Acara Saturday Night Live (SNL) Pekan Ini

Nadanadi.com - Adele akan kembali hadir dalam acara Saturday Night Live (SNL) namun bukan sebagai bintang tamu melainkan tuan rumahnya. Penyanyi berusia 32 tahun tersebut...