Beranda Music News International Music 'Homecoming: A Film by Beyoncé' Telah Rilis di Netflix

‘Homecoming: A Film by Beyoncé’ Telah Rilis di Netflix

Nadanadi.com – Film baru Beyoncé ‘Homecoming: A Film by Beyoncé telah dirilis di Netflix pada Rabu kemarin, bersama dengan album live yang menyertainya.

‘Homecoming: The Live Album menampilkan 40 lagu dan keluar di Tida;, layanan streaming musik yang diluncurkan oleh suaminya Jay-Z pada tahun 2015.

Baik film dan album menangkap set Coachella 2018-nya yang merayakan kekuatan kulit hitam dan pembebasan.

Film ini mengisahkan acara Coachella sang superstar pada tahun 2018. Pertunjukkan Beyoncé selama dua jam. Di acara tersebut juga menampilkan anggota dari mantan girl-grup Destiny’s Child. Jay-Z, saudara perempuannya, Solange, lebih dari 100 penari, dan sebuah band. Acara ini menerima sambutan hangat dari para penggemarnya. Beberapa penggemar bahkan mulai menyebutkan festival itu ‘Baychella’.

Penyanyi yang selalu menduduki puncak streaming musik ini menjadi perempuan kulit hitam pertama yang menjadi headliner festival musik ini sejak diluncurkan pada tahun 1999.

Dilansir CNN, film dokumenter baru ini menampilkan cuplikan konser dan persiapan di belakang layar untuk acara tersebut, serta penampilan oleh para intelektual kulit hitam. Film ini ditulis, disutradarain, dan diproduksi oleh sang superstar.

Pemutaran awal film ini diadakan di beberapa perguruan tinggi kulit hitam yang bersejarah di Amerika Serikat, termasuk Spelman and Morehouse Colleges di Atlanta dan Universitas Howard di Washington D.C., tutur CNN.

Selain penampilan langsung Beyoncé dari Black National Anthem: ‘Lift Every Voice and Sing,’ lagu ini juga menampilkan ‘tamu spesial’ – versi live yang sebelumnya belum pernah dirilis dari Blue Ivy yang menyanyikan lagu yang sama. Blue Ivy adalah putri dari Beyoncé dan Jay-Z. Setelah tepuk tangan dan pujian dari ibunya, Blue dengan bersemangat berkata, “aku ini melakukannya lagi, karena rasanya baik!” Penggemar juga mendapatkan satu rekaman studio baru – sebuah cover dari Maze lagu hits pada tahun 1981 berjudul ‘Before I Let Go’ yang diputar pada credit penutupan film.

baca juga https://nadanadi.com/2019/04/10/solange-gagal-tampil-di-coachella-2019-ingatkan-kesuksesan-beyonce-tahun-lalu/

Kekuatan Kulit Hitam di Belakang Beyoncé

Selama dua minggu, superstar pop itu memberi penghormatan kepada acara itu dengan menanamkan penampilannya dengan simbolisme kekuatan hitam.

Dengan melakukan itu, Henderson mengatakan kepada BBC News bahwa Beyoncé “menggemakan ketangguhan orang yang terus dikriminalisasi dan dianiaya karena duduk, berdiri, berjalan, berbicara, tertawa, berfikir, mengendarai mobil, bernafas dan menjadi kulit hitam di Amerika.”

Penyanyi berusia 36 tahun ini seorang advokat hak-hak sipil yang kuat dan mendukung gerakan Black Lives Matter – berkolaborasi dengan Olivier Rousteing, direktur kreatif rumah mode Prancis, Balmain, untuk menghasilkan desain kostum bermuatan politik.

Pakaian utama di Beychella adalah hiasan kepala dan kostum seluruh tubuh yang terinspirasi oleh Ratu Nefertiti. Salah satu wanita paling kuat di Mesir Kuno, Nefertiti adalah symbol bersejarah dari pemberdayaan wanita kulit hitam dan berpengaruh pada masa pemerintahan suaminya, Firaun Akhenaten pada abad ke-14 SM.

Meskipun dianggap sebagai salah satu dari banyak istri, Nefertiti memiliki status tinggi.

Minggu kedua Beyoncé mewujudkan Nefertiti dengan kombinasi hiasan kepala dan jubah yang berbeda – sama mencolok.

Terkenal karena kecantikannya, nama Nefertiti diterjemahkan sebagai ‘yang indah telah datang’. Ia dipandang sebagai penghubung antara manusia dan Dewa Matahari. Kekuatannya, status, dan kemandiriannya menjadikannya sebagai ikon.

Frada Hadley, profesor di Oberlin College, Ohio, mengatakan Nefertiti bersama Cleopatra dan Ratu Sheba adalah tokoh sejarah yang ‘datang untuk mewakili masa lalu Afrika yang anggun bagi orang kulit hitam di Amerika.’

“Beyoncé sedang dalam perjalanan yang sangat menarik untuk meninjau kembali era wanita kulit hitam yang berbeda – perempuan kulit hitam pendesaan abad ke-19 atau awal ke-20 di Lemonade, kulit hitam Madonna dalam penampilan Grammy 2017-nya, dan Nefertiti di Coachella, tambah Hadley.

Beyoncé berganti kostum sebanyak lima kali selama dua pertunjukka di Coachella. Menyimpan citra politik paling terbuka untuk atasan rompi yang dihiasi dengan dengan perisai yang terdiri dari simbol-simbol kekuatan hitam utama.

Beyoncé mempunyai kekuatan untuk menduduki puncak tangga lagu di streaming musik maupun streaming film terbarunya di Netflix.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest articles

Siap Rilis Lagu Baru, Weird Genius Gandeng Yellow Claw

Nadanadi.com - Usai meraih kesuksesan lewat hit baru “Lathi” yang dibuat bersama Sara Fajira, Weird Genius sepertinya telah bersiap mengguncang dunia permusikan lagi. Pasalnya, grup musik...

Album Mulai Rampung, Sehun dan Chanyeol EXO Siap Comeback

Sumber : Pinterest Duo dari Sub-Unit EXO Sehun dan Chanyeol atau yang biasa dikenal sebagai EXO-SC dikabarkan tengah...

Setelah Comeback Single, ITZY Siap Rilis Album Baru Akhir Juli 2020

Sumber : MTV.com Comeback Single dari ITZY telah meramaikan awal tahun 2020 yang dikagetkan dengan potongan rambut baru...

Lirik Lagu ‘Stuck With U’ Ariana Grande & Justin Bieber, Lengkap Terjemahan

Nadanadi.com - Lirik Lagu 'Stuck With U' Ariana Grande & Justin Bieber, Lengkap Terjemahan